Surat ini saya tulis karena terinspirasi oleh teman saya dari Jakarta yang belum menikah hingga usia 44 tahun. Teh Eli, makasih inspirasinya....yang tentunya juga jadi pelajaran buat saya yang masih lajang...
1 Muharram 1430 Hijriah
Surat untuk calon suamiku.
Assalamu’alaikum, akhi….
Calon suamiku, aku hanyalah seorang gadis belia yang sangat membutuhkan bimbinganmu untuk berubah menjadi istri dan ibu yang tangguh.
Aku tak ubahnya makhluk lemah yang kadang terombang ambing hanya oleh hal kecil. Bantulah aku untuk tetap istiqomah di jalan Allah. Tegakkan aku, jangan menyerah dengan meninggalkanku. Karena aku adalah tulang rusukmu yang mudah bengkok (baca:diarahkan) dengan kelembutan. Namun juga mudah patah dengan kebengisan.
Aku hanyalah seorang perempuan seperti halnya ibumu yang lebih unggul perasaannya. Maka bukakan mataku pada kenyataan, walau sekejam apapun itu. Namun jangan pernah kau pungkiri kekuatan perasaan seorang perempuan. Karena dari sinilah kau tumbuh menjadi suami yang tangguh nantinya.
Calon suamiku, datanglah di saat yang tepat. Ketika aku siap mendampingi tangis dan tawamu. Ketika aku telah siap menjadi ibu dari anak- anakmu.
Calon suamiku, jangan engkau menilaiku dengan penglihatanmu. Nilailah aku dengan hatimu yang telah dipenuhi oleh dzikir kepadaNya. Maka akan kau lihat bahwa aku adalah yang terbaik untukmu.
Calon suamiku, betapa berat ujian yang akan kita hadapi dalam rumah tangga kita nanti. Maka sebelum saat yang telah Ia tentukan itu tiba, maka persiapkanlah dirimu. Karena engkau nanti akan menjadi nahkoda pada rumah tangga kita dalam menghadapi hujan badai dan ombak.
Calon suamiku, ajak aku untuk belajar bersyukur. Sehingga apa yang akan ku hadapi ketika berjumpa denganmu sampai Allah memisahkan kita, akan terlihat sebagai rejeki dan ujian untuk meningkatkan derajat kita di mata Allah.
Maka calon suamiku, mengertilah…
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jazakallah Syukron Katsiron…
Yang menunggumu,
Calon istrimu
created by cahaya salsabila saudara seiman ana yang jauh disana..syukron ukhti..
Kamis, 13 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Subhanallah...
BalasHapus