positive thinking

semua insan di dunia pada dasarnya baik, yang membuat dia berpikiran buruk dari pengalaman serta lingkungannya..positive thinking itu menyenangkan loh, gaq gampang tuq kecewa..


Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
QS. al-A'raf (7) : 26

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat ".
QS. an-Nur (24) : 30

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
QS. an-Nur (24) : 31

Sabtu, 05 Desember 2009

Sedikit Tentang Akhwat


Ditulis Oleh Rini

Kumelihat seorang akhwat berjilbab lebar sedang berdiri di tepi jalan sambil bertelepon ria. Dia mirip dengan adik iparku. Kulihat lagi. SubhanAllah. Seorang akhwat manis yang menarik. Dia sedang bertelepon sambil tertawa lebar dan lepas. Sungguh, sebuah tontonan yang menarik dan menyegarkan. Aku berpikir, tentu saja para ikhwan juga berpikiran sama denganku. Kalau tak hati-hati, si ikhwan bisa terpikat hatinya melihat tawa manis sang akhwat. Apalagi kalau bisa mendengar suara tawanya. Sepertinya suaranya juga merdu. Kemungkinan ada yang berkata dalam hatinya, “Akhwat kok ga menahan diri, menjaga izzah, centil begitu.” Sang akhwat tentunya tak merasa kalau perbuatannya itu bisa menarik perhatian orang lain. Dia cuma tertawa dengan teman akhwatnya lewat HP. Hmmm….

Aku teringat kembali suatu keadaan yang berlawanan dengan kondisi akhwat tadi. Seorang akhwat berjilbab lebar yang terlihat serius sehingga seperti marah, cemberut, dan tidak pedulian. Orang-orang di sekitarnya bersungut, nih akhwat dah baca buku ‘Jangan Jadi Muslimah Nyebelin’ ga ya… Akhwat kok juteks, sangar, dll. Akhwat lain yang tak berjilbab pun berkomentar, “Aku tadi diplototin sama cewek berjilbab, mungkin karena aku ga pakai jilbab ya. Ternyata, cewek2 berjilbab itu orangnya tidak ramah.” Padahal akhwat serius tadi ga berpikir tuk ngejutekin orang lain, apalagi sesama muslimah.

Kadang, aku juga pernah ngalami hal di atas, melakukan sesuatu yang tak kusadari. Begitulah, menjadi seorang akhwat memang susah-susah gampang.

Selalu mencoba menjadi seorang manusia yang lebih baik lagi.


http://catatan.azzahrah.com/2006/04/sedikit-tentang-akhwat/

Ketika Ikhwah Jatuh Cinta



Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul dakwahnya, “akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan”. Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya.”Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung.” Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana.”

mas’ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. “Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.” Sang mas’ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.

“Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.” sang akhwat kini mulai tersedak terbata.

“Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini”. Mas’ul itu membuat keputusan, “ana akan ajak bicara langsung akh fulan”

Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas’ul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, “Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?”

Sang mas’ul berusaha menanggapinya searif mungkin. “Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????” Mas’ul tersebut membuat penekanan substansial. ” Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan.”

Cinta Aktivis Dakwah
Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?
Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.

Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.

Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri..”

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Deklarasi Cinta
Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.

Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik ‘asing’ dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan ‘misteri. Pertanyaan sederhana, “Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?”, dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.

Pernyataan ‘Nikah dulu baru pacaran’ masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, “Bagaimana caranya, emang bisa?”. Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.

Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.

Epilog
Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.

Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.
jadi…sudah beradi jatuh cinta…??
wallahu’alam

diambil dari majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M

pinta qu pada-MU


helaan nafas qu tersenggal
uraian air mata qu terjatuh
air peluhqu bercucuran
saat tiba matahari tenggelam menyapa kesunyian tengah malam
dimana usiaqu brkurang mendekati maut
sementara pahalaqu taq brtmbh

qu gembira dan brsedih
seiring usiaqu tanggung jwb brtmbh
bebanqu pun brtmbh
namun semua itu membuatqu dewasa
serta mengerti arti dari khidupan yg qu jalani
hidup ni hanyalah senda gurau yg dpt menenggelamknqu dlm gelimangan nikmat semu..
Qu brsimpuh pada-MU
dan pintaqu tuq kematianqu dlm keadaan suci dan tersungkur sujud dlm dekapan-MU
tuq kesalahanqu langsunglah ENGKAU balas didunia ni biar diri dan batin ini menderita
demi mencapai ridha dari-MU ya ILAHI RABBI...

Selasa, 15 September 2009

sehat dibulan "RAMADHAN"


assalamualaikum..

bulan ramadhan bulan yang istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya, kenapa istimewa?? karena pada bulan ini rahmat, ampunan dilipatgandakan oleh ALLAH SWT bukan hanya itu saja bulan ramadhan istimewa karena alquran turun pada bulan ini, shahifah Nabi Ibrahim diturunkan pada tanggal 3 ramadhan, Nabi Daud a.s mendapatkan kitab zabur pada tanggal 12 atau 18 ramadhan, Nabi Musa a.s diberi kitab taurat pada tanggal 6 ramadhan dan Nabi Isa a.s mendapat injil pada tanggal 12 atau 13 ramadhan. seperti yang ditulis diatas ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan shalat sunnah di bulan ramadhan pun pahala nya seperti shalat fardhu dibulan lainnya, shalat fardhu dibulan ramadhan pahalanya sama dengan 70 shalat fardhu dibulan lainnya. Sungguh kasih sayang-NYA pada umat luar biasa tetapi apa yang telah kita persembahkan pada-NYA??

maka janganlah sia-sia kan bulan ramadhan kali ini jagalah kesehatan agar tetap bisa melakukan ibadah-ibadah dan aktivitas meskipun kita sedang puasa. disini kita diharuskan sehat dalam melakukan ibadah, adapun sehat dibulan ramadhan adalah shalat dengan khusyu dan tertib, shalat sunnah pun dijalankan terutama shalat tahajud karena shalat tahajud satu-satunya shalat sunnah yang perintahkan langsung dalam Al Qur’an.



Allah s.w.t. berfirman dalam Qs. Al Isra’: 179:

و من الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (Qs. Al Isra: 179)



manfaat medis dari shalat tahajud dikemukakan oleh Drs. KH. Ibnu Hajar dalam bukunya “Kiat Sehat Alami Tanpa Obat” menjelaskan bahwa shalat Tahajjud dapat mencegah terhadap kebekuan lemak tubuh. Menurutnya bahwa cuaca pada malam hari biasanya dingin/lembab, banyak lemak jenuh yang melapisi syaraf kita menjadi beku. Sehingga kalau system pemanas tubuh tidak diaktifkan maka syaraf menjadi kedinginan, bahkan cholesterol dan asam urat berubah menjadi pengkapuran. Sehingga ketika seseorang mengerjakan shalat Tahajjud secara tidak langsung ia mengaktifkan system pemanas tubuh untuk menghentikan pembekuan lemak. Selain itu pula, shalat tahajjud dapat mencegah penyakit paru-paru basah. Karena saluran kelebihan uap air dan paru-paru ke ginjal yang ada dibagian belakang tubuh kita kalau terlalu lama tidur akan tergencet berat badan kita sehingga menyebabkan paru-paru menjadi lembab dan saluran tersebut tersumbat. selain itu sehat dibulan ramadhan pada saat puasa : pertama dengan niat yang ikhlas karena ALLAH SWT, kedua sahurlah dengan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak serta protein karna karbohidrat dpt memberikan tenaga lebih karena mengandung glukosa begitu pula protein, lemak dapat menyimpan kalori bila glukosa pada karbohidrat habis maka dipecahlah lemak untuk memberikan tenaga. ketiga perbanyaklah raka'at shalat serta ibadah lainnya perbanyak dzikir serta istigfar karena perbuatan itu akan meminimalisirkan perbuatan dosa. keempat berbukalah dengan makanan yang mengandung banyak vitamin, karbohidrat, protein, air dan mineral. puasa pasti akan mengalami dehidrasi maka saya cantumkan air dan mineral agar tubuh yang kehilangan ion-ion dapat tergantikan. air kebutuhan utama setelah oksigen menurut abraham maslow setelah itu nutrisi atau makanan. sehat memang sangatlah penting karena sehat adalh modal utama dalam melakukan aktivitas serta ibadah-ibadah lainnya, maka jagalah kesehatan dibulan ramadhan yang penuh berkah ini.

wassalamualaikum..



sumber:

- kitab fadhail a'mal, Syaikul hadits Maulana Muhammad Zakariyah Al Kandhalawi rah.a.

- Kebutuhan Dasar Manusia, A.Aziz.Alimul Hidayat

- Fundamental Keperawatan Vol.2 edisi 4 1998.

- http://bunda-abrar.blogspot.com/2009/08/manfaat-medis-shalat-tahajjud.html



AIIA AYYATUL


Senin, 07 September 2009

hati yang menangis


menjadi seorang tomboy itu keinginan dalam hati cwe ini sebut ja namanya "ayat"..setiap melihat permainan karate, basket, sepak bola bahkan motor balap ayat sangat terkesima ingin rasanya bermain itu. ayat beberapa kali sudah pernah berpacaran tetapi tidak ada yang membuat ayat serius menjalani hubungan tersebut. dia hanya main-main ingin tahu gimana rasa nya pacaran, setelah itu ayat berkomentar "ukkhhh...ternyata pacaran itu gak enak, kata nya bisa buat hati berbunga yang ada hati gondok nich kemana-mana mesti laporan ma pacar, mendingan gak punya pacar ni mah.." begitulah pendapat ayat yang masih belum mengerti apa itu pacaran.

ayat mulai menggeluti karate dan basket, sepak bola pun pernah ia geluti dan menang sebagai juara 2 antar kelas di smp nya. di sma dia memotong ranbut nya hingga pendek sekali, seperti perempuan yang ganteng. dijalani hari-hari nya dengan penuh ceria hingga ayat pun kelas 3. ada satu keinginan ayat yang belum tercapai dan itu sungguh dikubur dalam-dalam dihati nya sepertinya tidak ada yang boleh tahu keinginan apa itu. namun ayat taq kuasa menahannya karna disekelilingnya terdapat teman-teman yang agamais. ia pun mengungkapkan bahwa ia ingin sekali memakai jilbab, persepsi tentang hidup nya berubah sejak ia tahu konflik teman-teman nya, yang sering curhat ke ayat. ayat memang mudah bergaul dan seseorang dapat percaya padanya karna ayat slalu memegang rahasia semua teman-temannya. baik cwe maupun cwo mpe yang kebanci-bancian curhat sama ayat.

ayat merasa saat itu harus merubah cara pandang nya dan sangatlah kebetulan sekali ada teman nya yang akhwat dia bercerita tentang dirinya dan curhat tentang keluarga nya, akhwat itu sungguh tegar menghadapi konflik-konflik yang dihadapinya, dari konflik keluarga, cinta, persahabatan, hingga ke organisasi. semua dihadapi dengan sabar, pengambilan keputusan yang bijaksana namun tegas dan pasti, ayat bertanya "mengapa lw bisa setegar ini??" dan akhwat itupun menjawab "karena ALLAH SWT selalu menyertai ane disetiap hembusan nafas ane dan ane selalu mengingat-NYA". ayat terhentak dia lupa kepada ALLAH SWT yang tlah menciptakannya, dia sudah terlalu bergelimang dengan kenikmatan dunia, mulai dari kebohongan kecil hingga kebongan besar, dari yang pacaran hingga melihat hal-hal yang tabu untuk dilihat, dari hanya mencoba-coba hingga menjadi sering tuq merokok. semua itu membuat ayat taq lagi bangga dibandingkan dengan teman akhwatnya ini.

butuh proses yang cukup panjang untuk ayat merubah dirinya, memang sekarang dia sudah memakai jilbab walau masih minim. proses itu terus berlangsung hingga ayat memakai pakaian taqwa. sungguh anggun melihat ayat yang seperti ini, namun dibalik itu ada yang mengusik hatinya, seorang ikhwan telah membuat ia jatuh cinta, sekarang ayat mengerti bagaimana hati itu berbunga dan ternyata seperti ini katanya. sungguh penuh kepolosan ayat ini. ayat hanya dapat memanjatkan doa nya agar suatu saat perasaannya terbalas. sungguh penyiksaan batin yang sangat bagi ayat dimana pada saat itu ia suka dengan ikhwan ini, ternyata teman akhwat nya pun menyatakan dan menceritakan bahwa dirinya mencintai ikhwan tersebut, meskipun akhwat itu menolak perasaannya karna itu tidak baik dalam menjalankan dakwah dijalan ALLAH SWT.

ayat hanya bisa terdiam dan berbicara "jagalah perasaan itu dan peliharalah perasaan itu karna qt taq kan tahu jodoh qt dgn siapa, jika ia memang jodoh anti maka semaikanlah perasaan itu tetapi jika ia bukan jodoh anti maka matikanlah perasaan itu dan semua urusan hati hanya ALLAH tempat kembali"

lalu ayat pulang kerumah dan masuk ke kamar dengan isak tangis lalu melantunkan puisi....

aku sesak merasakan hati membicarakan cinta
menyita pikiran dan perasaan ku
aku nyeri merasakan jiwa merindukan cinta
mahligai cinta ini taq pantas untuk ku
namun ingin ku wujudkan

serpihan hati saudari ku menginginkan cinta
cinta yang ku rindu dan ku bicarakan pada-MU
cinta yang sudah ku bina atas nama-MU
namun saudari ku pun membicarakannya
ku ingin hati ini berbalik taq menginginkannya
dan ku ijin pada-MU jika ENGKAU menghendaki

ku torehkan sedikit goresan pada hati ku
untuk mendapatkan ridha dari-MU, YA RABB...

aiia ayyatul "hati yang berdoa"

dari crita diatas hnya ingin menyampaikan bahwa cinta hanya berhak dimiliki oleh sang maha cinta..
qt hnya memberikan hati qt pada yang qt cintai atas nama ALLAH..